Dayak adalah bangsa yang terkenal di Kalimantan dan Sarawak. Di Sabah juga merupakan wilayah ketamadunan Dayak Borneo. Sabah di huni oleh sekurang2nya 3 Rumpun Dayak yang Utama iaitu:
1. Dayak Dusun
2. Dayak Murut
3. Dayak Iban (sedikit saja di sekitar selatan pedalaman sabah termasuk tawau)
Berdasarkan maklumat ini maka secara historisnya KDM merupakan bangsa Dayak di Sabah yang ada pada hari ini. Ini tidaklah menghairankan kerana wilayah kepulauan Borneo ini yang di ambil dari kata "Buruni atau Burni" dalam bahasa Momogun rungus adalah sejenis pokok yang buahnya kuning2 kalau masak dan isinya warna merah pink. kadang2 digunakan utk mewarna tenunan2 benang yang di buat sendiri oleh Momogun (benang sulzanda).
Berdasarkan penemuan arkeologi dan persamaan budaya dan bahasa maka adalah begitu jelas KDM adalah Rumpun Dayak Dusun yang sama di temui di kalimantan.
Kajian oleh:
Momogunology Research Centre
DAYAK DUSUN in SABAH
DAYAK DUSUN PADA HARI INI DI KENAL SEBAGAI KADAZAN DUSUN MURUT
Di Sabah Dayak Dusun adalah merupakan penghuni yang mendiami pesisir pantai utara borneo, kawasan-Kawasan Sungai seperti sungai segama (Momogun Tombonuvo Sagamo), Sungai Kinabatangan (Tombonuvo Sungoi), Pedalaman di seluruh Sabah (Dusun, kadazan dll). Dayak Dusun ini juga di kenali sebagai Momogun bagi negeri sabah.
Dayak Dusun lebih suka hidup dalam petempatan "Rumah di dalam Rumah" iaitu Rumah Panjang. Konsep Rumah panjang ini adalah sebuah rumah berkonsepkan pangsapuri atau rumah teres.
Dayak Dusun yang sering di kenali di sabah ialah MOMOGUN Rungus dan Dayak Murut pula sering di kenali sebagai TIMUGON atau TIMOGUN.
Sila lihat link:
http://linguistlist.org/forms/langs/LLDescription.cfm?code=drg The Rungus Language
Language Name : Rungus
Alternate Name(s) : Memogun Roongas Memagun Rungus Dusun Melobong Rungus Dusun Dayak Momogun
Dialect Name(s) : Rungus Gonsomon Nulu
Spoken in : Malaysia
Language Code : drg (Former code: DRG)
Status : Living
Family : Austronesian
Subgroup : Dusun
Subgrouping Code : ANBCADDAB
Find more information on Rungus
Retrieve : Everything on Rungus in LINGUIST Database
View : Listing of Rungus documents in Odin Database
Ethnologue Description
Search in : Google Database
Rosetta Database
Page Updated: 06-Jan-2008
Perlu di tambahi maklumat diatas adalah tertinggal beberapa info iaitu ttg DIALECT NAME : selain dialek diatas masih ada lagi dialek Dayak Dusun yang di panggil Rungus Gandahon, Rungus Tupak
Jadi keluarga2 rungus ini semuanya ialah:
Momogun Rungus - Kirangavan =biasanya di sebut rungus saja
Momogun Rungus - Matunggong = di panggil Pilzapazan
Momogun Rungus - Lzazung (lajpng - sikauti) = dipanggil Nulzuw (Nuluw)
Momogun Rungus - Rondomon-morimbou = di panggil Gandahon
Momogun Rungus - Marabahai/Lzodung = di panggil Gonsomon
Momogun Rungus - Pitas = di panggil Rungus Tupak
THE TOMBONUVO LANGUAGE
The Tombonuwo Language :
http://linguistlist.org/forms/langs/LLDescription.cfm?code=txa Language Name : Tombonuwo
Alternate Name(s) : Tambanuo Tambanua Tembenua Tombonuo Lobu Sungei Tambanwas Sungai Tambanuva Tombonuva Tumbunwha Tambenua Tambunwas Tunbumohas Paitan
Dialect Name(s) : Lingkabau Sugut
Alternate Dialect Name(s) : Linkabau
Spoken in : Malaysia
Language Code : txa (Former code: TXA)
Status : Living
Family : Austronesian
Subgroup : Paitanic
Subgrouping Code : ANBCADDC
Dalam sejarah pemerintahan di Borneo sekurang2nya ada 4 sistem pemerintahan yang wujud dalam negeri ini.
Senarai2 yang di tulis dalam buku2 barat ttg sistem politik di borneo sabah ialah ada 4 sistem pemerintahan yg wujud:
- Kesultanan Brunei
- Kesultanan Sulu
- Pemerintahan Kesukuan (Sistem Pemerintahan Momogun Laut & Darat, Sistem Dayak Murut dan Sistem tradisi yang selainnya)
- Pemerintahan Bebas (contOhnya ketua lanun syarif osman, Aki malaun, Aki Kurudong dll)
Untuk pengetahuan anda Sulu/Brunei tak pernah menjajah Sabah kerana Sabah BELUM wujud pada zaman dulu. Sabah ini hanya wujud selepas adanya Malaysia.
So memang kalau di Kudat, Marudu dan Pitas adalah sistem pemerintahan kesukuan yang di gunakan ialah Sistem Momogun Laut. Apabila sebut ttg Sistem Momogun Laut ini maka ada 2 suku yang terbesar terlibat iaitu : Suku Momogun Rungus dan Suku Momogun Tombonuvo.
Sistem ini adalah bersumberkan kepada sistem atau menggunakan hukum-hukum warisan yang di kenali sebagai AGAMA LZABVUS. Kawasan liputan Sistem momogun laut ini meliputi kawasan Kudat, Pitas, marudu, paitan, beluran, kinabatangan, Kunak dan bertembung dengan kawasan Kesukuan Dayak Murut di Serudung Tawau.
Kawasan pantai timur dari pitas, beluran (sebahagian kecil), paitan, sandakan (sebahagian kecil) dan telupid (sebahagian kecil) di kuasai oleh Suku Momogun Rungus. Manakala dari Beluran, sandakan, Lahad Datu, Kunak, Kinabatangan adalah kawasan2 utama oleh suku Momogun Tombonuvo.
Bagi beberapa tempat lainnya seperti suku Murut maka sistem pemerintahan kesukuan adalah menggunakan sistem pemerintahan Kesukuan Dayak Murut.
Untuk sekali lagi saya minta maaf kerana ISTILAH KADAZAN DAN DUSUN tidak dapat di gunakan dalam menghuraikan keadaan masa lalu ini kerana sebutan itu BELUM DI GUNA PAKAI pada masa itu.
Sistem Pemerintahan Kesukuan Momogun Darat
Maka bagi daerah-daerah seperti Kiulu sistem pemerintahan kesukuan Lotud di guna pakai. Demikian juga daerah-daerah yang lain seperti tambunan dan sebagainya.
Kajian:
Momogunology Research Centre
Point Pertama:
Di Kalimantan Dayak Dusun (Momogun Rungus) ini mempunyai persamaan dengan Dayak Ot-Danum terutamanya suku ot danum yang di kenali sebagai Dusun Witu atau Dusun Baruto. Dusun tersebut juga di banyak persamaan dengan Dayak Ngaju.
Persamaan Dayak Ot-Danum dengan Dayak Dusun (Rungus) ini ialah dari segi Bahasa yang sama dan juga tradisi penempatan iaitu Rumah Panjang yang sama.
Bahasa Dayak Ot-Danum suku Dusun Witu :
http://www.language-museum.com/d/dusun-witu.htm Sila lihat persamaan dalam bahasa Rungus:
Dusun Witu) Tina = Tina (mak cik perempuan yg bawah umur dalam bahasa Rungus juga)
= dalam bahasa rungus Tina, Ina, Nini, Ini, Indi, Idi juga ini membawa makna IBU atau Mama.
(Dusun Witu) Ki dose = Kidwuso, dwuso (dalam bahasa rungus)
(Dusun Witu) Savi-avi = Savi-avi (dalam bahasa Rungus)
(Dusun Witu) Kinohoyngan = Kinohoingan (Rungus Gonsomon), Kinoringan (Rungus Pilzapazan)
(Dusun Witu) Kapatazan za = Kapatazan za (dalam bahasa Rungus)
(Dusun Witu) Pokionuan za = Pokionu'an za (rungus gonsomon( Pokionuvan za (Rungus Pilzapazan)
(Dusun Witu) tobetua = Tobituva (dalam bahasa Rungus)
(Dusun Witu) kohuang = kohuang (rungus gonsomon) koruhang (rungus pilzapazan)
yang selebihnya sebutan sama seperti tinan, tondu, noponu, nu, ko, id, om, jam (dalam rungus jaham), za dan lain-lain.
Ada pekerja gereja PCS yang tinggal selama setengah tahun di sana dan dia tiada masalah komunikasi dengan mereka. Menurutnya mereka juga ada rumah panjang.
DAYAK BANGSA/KAUM YG MEMPUNYAI BUKTI TTG PENDUDUK TERAWAL DI BORNEO.
Gambar RUmah Panjang Dayak Dusun Sabah, Gambar link di bawah adalah Rumah Panjang Momogun Rungus:
http://www.sabahtourism.com/attraction.php?ID=73 Gambar di bawah adalah Contoh Rumah panjang Dayak D. Witu (baruto):
http://bunian.wordpress.com/?attachment_id=9 Dayak :
http://bunian.wordpress.com/ Ada banyak pendapat tentang asal-usul orang Dayak. Sejauh ini belum ada yang sungguh memuaskan. Pandapat umumnya menempatkan orang Dayak sebagai salah satu kelompok suku asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan. Gagasan (penduduk asli) ini didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Bertolak dari pendapat itu, diduga nenek moyang orang Dayak berasal dari beberapa gelombang migrasi.
Gelombang pertama terjadi kira-kira 1 juta tahun yang lalu tepatnya pada periode Intergasilx-Pleistosen. Kelompok ini terdiri dari ras Australoid (ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika). Pada zaman Pre-neolitikum, kurang lebih 40.000-20.000 tahun lampau, datang lagi kelompok suku semi nomaden (tergolong manusia moderen, Homo sapiens ras Mongoloid). Penggalian arkeologis di Niah-Serawak, Madai dan Baturong-Sabah membuktikan bahwa kelompok ini sudah menggunakan alat-alat dari batu, hidup berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga sudah mengenal teknologi api. Kelompok ketiga datang kurang lebih 5000 tahun silam. Mereka ini berasal dari daratan Asia dan tergolong dalam ras Mongoloid juga. Kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu komunitas (rumah panjang?) dan mengenal tekhnik pertanian lahan kering (berladang). Gelombang migrasi itu masih terus berlanjut hingga abad 21 ini. Teori ini sekaligus menjawab persoalan: mengapa suku bangsa Dayak memiliki begitu banyak varian baik dalam bahasa maupun karakteristik budaya.